13 2 / 2014

As bright as my days with you

As bright as my days with you

12 2 / 2014

"You don’t have to stay if you don’t want. I can save the sweetness of the cake and give it to you later."

#SweetestEscape #AvocadoMousseCake – View on Path.

"You don’t have to stay if you don’t want. I can save the sweetness of the cake and give it to you later."

#SweetestEscape #AvocadoMousseCake – View on Path.

03 2 / 2014

"When you start to really know someone, all their physical characteristics start to disappear. You begin to dwell in his energy, recognize the scent of their skin. You see only the essence of the person, not the shell. That’s why you can’t fall in love with beauty. You can lust after it, be infatuated by it, want to own it. You can love it with your eyes and body but not your heart. And that’s why, when you really connect with a person’s inner self, any physical imperfections disappear, become irrelevant."

Beautiful Lies, Lisa Unger (via randomnessoverload)

(Source: psych-facts, via randomnessoverload)

03 2 / 2014

"Do you ever sit and think, what if? What if you had never said the first hello, or what if our paths never crossed? What if you kept your mouth shut and just let things pass? What if you had just five more minutes? What if you could turn back time and make it all stand still? Where would your life be? Better? Worse? Less confused? More confused? Happier? Sadder? Just, what if?"

03 2 / 2014

"That’s how you know you love someone, I guess, when you can’t experience anything without wishing the other person were there to see it, too."

Kaui Hard Hemmings (via youngfolksociety)

(Source: wordsthat-speak, via randomnessoverload)

02 1 / 2013

"Tidak tahu, pura-pura tidak tahu, dan tidak mau tahu adalah tiga hal yang berbeda, meskipun bahannya sama-sama tahu. Ada semacam penyangkalan di masakan tahu yang terakhir."

Iya. Ini tentang kamu. (via poeticonnie)

26 12 / 2012

"I want you to see me raise my daughter and say “She is exactly like you when you were her age.”"

Val

20 12 / 2012

Yes. Right. Yes. I’m JEALOUS. I’m scared that you think she’s pretty. I’m scared that you’ll find her more interesting. I’m scared that you’ll think she’s so much better than me. I’m jealous that you talked to her. I’m jealous that you had fun with her and put her on the first place yet no picking me up to go with you.. I-am-JEALOUS.  But that’s only because you mean a to me.

Sore. Salon. Kopi.

20 12 / 2012

Ini bukan tentang kamu, tapi tentang orang lain. Jadi jangan menganggap ini sebagai sebuah “kode” atau apa pun istilahnya. Tidak semua yang aku tulis itu mengenai kamu, tapi bisa juga iya.

Aku sedang kangen pada seseorang di masa lalu. Dia mirip dengan kamu, hanya saja beberapa bulan lebih muda dan jauh lebih perhatian. Dulu awalnya, aku tidak tertarik padanya – tapi sepertinya aku kualat. Dia akhirnya menjadi semacam candu buatku. Sampai akhirnya…

Seleranya dalam berpakaian mirip kamu. Cara bicaranya, kesukaannya terhadap beberapa makanan, jenis musik favoritnya, semua mirip kamu. Lalu pertanyaan-pertanyaannya yang aku anggap berlebihan ketika itu (dan masih sih sebetulnya sampai sekarang) juga mirip kamu. Latar belakang keluarganya, pendidikannya, teman-temannya semua mirip kamu.

Aneh ya?

Iya. Aku juga berpikir begitu. Hanya saja saat ini aku kangennya sama dia, bukan sama kamu – meskipun kalian berdua sangatlah mirip. Kalau aku tunjukkan fotonya, kamu pasti juga akan bilang begitu.

Tidak. Aku tidak sedang jatuh cinta. Aku hanya sekedar kangen sekarang. Boleh kan?

Kalian berdua memang benar-benar mirip. Sungguh. Yang membedakan, seperti kataku tadi, hanya usia (yang hanya terpaut beberapa bulan) dan besarnya perhatian kalian kepadaku.

Nama kalian pun sama.

Hmmm. Kamu benar. Memang kamu laki-laki yang aku maksud. Aku kangen kamu yang dulu.

Kita memang akhirnya berpisah, karena keterpaksaan keadaan. Dan kita harus menerima yang namanya Realita Nyatasari Faktawati untuk beberapa point krusial. Dan kamu yang sekarang bukan lagi kamu yang dulu.

Sudah hilang kah rasa penasaran kamu? Ah. Itu mungkin hanya perasaanku saja sih. Kamu tidak mungkin penasaran. Toh rasa itu sudah tidak ada. Ya kan?

Sampaikan saja salamku untuk kamu yang dulu kalau nanti kamu bertemu dia. Kamu yang aku tau beberapa puluh bulan yang lalu, sampai kemudian semua harus sengaja berubah. Kamu, eh maksudku dia, harus tahu bahwa aku kangen dengan lelaki yang seperti itu.

Selamat malam, calon mantan.

-8 April 2012-

13 11 / 2012

Tidak semua cerita harus selesai bahagia, contohnya kita. Entah kapan mulai tertulisnya, entah akan berujung di mana.
Bersamamu aku masih bahagia, Tuhan jelas mengerti maksudku ini. Tuhan mengerti aku dan kamu seharusnya satu.

Jika harus dengan air mata, jelas bukan dengan itu akan kututup cerita.
Aku masih ingin bersamamu, di atas segala ego yang ingin dimenangkan. Di atas segala kebohongan demi mempertahankan.

Sebab tidak semua yang belum dimulai tak bisa berakhir,
seperti kita; yang nantinya akan menyerah pada takdir. -C

29 7 / 2012

Kicauan Pencinta Kata

  • Selasa malam, 31 Januari 2012.
  • Sekitar pukul 19.35 mata saya seolah tertarik oleh kicauan 2 Pencinta Kata yang saling bersahut-sahutan di sepanjang timeline Twitter saya. Daripada memenuhi kolom favorit saya, jadi lebih baik dipindahkan kesini. Berikut percakapan mereka, silahkan ditilik.. ;)
  • .......................................................................................................................
  • 1: Koe orang tau kenapa twit gua suke nongol dua kali??!
  • 2: @zarryhendrik Karena sekali kamu itu ga cukup
  • 1: @rahneputri Jangan suka ngeledek. Sekali lagi kamu ngeledek, kubuat puisi berjudul Rahne, dan ditulis dengan huruf besar semua. :|
  • 2: @zarryhendrik Kok ngeledek? Itu pujian. Ah mata kamu udah kebanyakan debu, tulisanku ga disaring dulu sebelum ditelan kepalamu.
  • 1: @rahneputri Baiklah, aku minta maaf. Berilah maaf saja. Jangan memberi hati sekaligus. Aku takut kamu sakit, nanti bisa banyak yang jenguk.
  • 2: @zarryhendrik Kamu minta maaf, aku minta kamu. Gimana? *siap siap dicubit dari 8 arah mata angin*
  • 1: @rahneputri Mintalah aku kepada Tuhan, sebab Ia yang memilikiku.
  • 3: @zarryhendrik Kata Tuhan kamu ada di tangannya. Kata orang orang, jodoh di tangan Tuhan. Aku ingin membuat tali simpul di kedua kalimat tadi
  • 1: @rahneputri Aku sadar aku pernah salah dan mungkin masih, tetapi mungkin kamu tidak sadar, kamu pemaaf yang aku cari.
  • 2: @zarryhendrik Udah udah, ada banyak mata yang menangkap kita berdua, nanti kita susah keluar dari kepala mereka. :p
  • 1: @rahneputri Baik, ini terakhir. Aku cuma mau bilang, sampai sekarang aku belum mendapat jawaban tentang mengapa kamu tak punya sayap. Bye.
  • 2: @zarryhendrik Btw, sayapku tersimpan rapi, akan kupakai nanti, sabar, aku baru terjatuh.
  • 1: @rahneputri Kamu tidak usah terbang. Berjalan saja, biar aku jadi lantainya.
  • 2: @zarryhendrik Kalo kamu jadi lantai, jangankan menginjak, berjalan jinjit aku pun tak mau. Kalo aku berjalan, iringilah aku. Sehasta bahumu.
  • 1: @rahneputri Aku hanya ingin sekali menjadi lantai. Biar aku dapat mencium lututmu yang bertelut sebut namaku kepada Dia.
  • 2: @zarryhendrik Aku bersujud, kamu berlutut. Doa kita sedang berada di lintasan. Jika tidak bertemu, terima kasih sudah pernah menyebut namaku
  • 1: @rahneputri Bahkan aku tidak menyebut namamu saja, aku memahatnya di dalam hati, dengan tatapan diam yang paling tajam.
  • 2: @zarryhendrik Jika namaku terpahat, maka bayanganmu terukir di bias mata. Biar Tuhan yang melukis kita, entah di kanvas yang sama atau tidak
  • 1: @rahneputri Itulah mengapa aku merasa beruntung. Aku dapat melihat lukisan Tuhan, dan itu kamu, pelukis kata. :)
  • 2: @zarryhendrik Dilihat olehmu adalah keberuntungan yang paling manis. Aku ingin berlari ke mimpimu dan diam sejenak disitu.
  • 1: @rahneputri Dan matamu adalah penerang dalam menulis, sehingga kata-kataku dapat berjalan ke segala pelosok kepala. :)
  • 2: @zarryhendrik Aku heran belum ada rasi bintang dengan sebutan namamu. Rasa rasanya pantas, karena kamu penerang dalam langit kata-kataku.
  • 1: @rahneputri Berapa banyak pasir di laut, Ne? Sebanyak itu aku ingin kamu tersenyum.
  • 2: @zarryhendrik Sekeras apa angin di musim ini? Aku ingin mereka menghempaskanku sekarang dan melengkungkan pelangi memancing tawamu.
  • 1: @rahneputri Haha, dasar pintar. Segala alam kau libatkan hanya untuk buat orang sedebu aku tersenyum tulus. Thanks. Kudoakan dietmu sukses.
  • 2: @zarryhendrik Debu seharga intan. Jika dietku sukses, pasti tidak sekurus sedotan sepertimu. Jaga suara, ada byk telinga siap menyantapmu
  • 1: @rahneputri Hahaha.. Jadi api cemburumu kemarin tak cukup banyak membakar lemak? Ah, payah kamu. ;)
  • 2: @zarryhendrik Haha api cemburu yg mana? Cuma ada sedikit asap rindu yg meniup mata lalu beberapa air menetas jatuh dari kelopaknya saat itu
  • 1: @rahneputri Kau sudah tau dong rasanya sakit. Kini kau juga rasa nikmatnya sembuh. Nikmatilah dengan memberi maaf. Maaf, Ne. :)
  • Sekian.

27 7 / 2012

I stop making promises because nobody knows what the future holds. I stop making promises because promises are over-rated. I stop making promises because I don’t want to lie. I stop making promises because I don’t think it’s necessary. I stop making promises because promises aren’t real. I stop making promises because the only thing that is real, the only thing that I know for sure, and the only thing that I can give you is the now. I stop making promises because I know that it’s impossible for a person or a feeling to not change or evolve over time. I stop making promises because I know forever doesn’t last.

I stop making promises because what’s important is this moment. I stop making promises because I want you to know that the moment I say I love you I really feel it right there and then. I stop making promises because I miss you right now—not tomorrow or the week after or the month after. I stop making promises because I know that nothing is certain. I stop making promises because I know how bad it feels when things don’t go as planned. I stop making promises because it hurts much more when someone doesn’t do what one has promised to do. I stop making promises because you are too precious to be kept waiting.

I stop making promises because there’s no better place for me to be but here, and no more perfect moment for me to seize but now. I stop making promises because honestly, I don’t know whether I could really keep them. I stop making promises because I don’t believe that fairy tales ended at The End. I stop making promises because life is full of surprises. I stop making promises because you’ll meet a lot of interesting people in your life and I’ll be meeting a lot of interesting people in my life—and so, who knows? I stop making promises because we are here to stay when we feel like it and we are free to leave when we feel like it.

I stop making promises because it doesn’t matter. I stop making promises because your feeling matters. I stop making promises because the clock is ticking. I stop making promises because people spend too much time worrying about the future and whining about the now. I stop making promises because we still have a long way to go. I stop making promises because the last thing I want is for me to tie you down or for you to tie me down. I stop making promises because I know freedom is one thing that we both cherish; either the freedom to be here or the freedom to be anywhere but here.

I stop making promises because when it’s time for us to disintegrate, we should disintegrate beautifully—with no burden, no guilty feeling. I stop making promises because you cannot tell how everything will turn out. I stop making promises because I believe in us. I stop making promises because we are committed enough to keep each other at arm’s-length; to give each other enough space. I stop making promises because it means nothing. I stop making promises because I don’t want to live in a dream. I stop making promises because we should not be bound by a vague idea about what we expect to happen. I stop making promises because I may leave you one day and you may leave me one day and we should be able to do so without having to end up feeling terrible.

I stop making promises because I want to say the things that I know, the things that I feel, and these things are all in the now: when I look at you staring back at me. I stop making promises because you deserve to know the truth, the whole truth, and nothing but the truth. And this, no matter how straightforward this may sound, this is the truth.

-beradadisini-

23 7 / 2012

As I learn to understand more, I begin to be less and less demanding. -V

20 7 / 2012

Ini tentang kisah kehilangan
Ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh
Atas nama ketidakpercayaan
Kita telah saling mengucapkan selamat tinggal

Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu
Tapi, kau tak berada di tempat kita dahulu
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain——selain hatiku?

20 7 / 2012

I can’t trust you no more.
Since I found out you are lying to me.
Not that easy.
Perhaps that’s just another sign that telling me to stop fooling myself.